Cerita sex xxx

Posted by / 21-Oct-2020 11:34

Lusi tersadar saat aku masih memandang ke arah susunya dan tiba-tiba dia mengeluh sambil menyusupkan kepalanya di dadaku yang juga sudah telanjang. Kukecup kedua puting merah muda itu berulang-ulang dengan lembut sampai basah oleh air liurku. Akhirnya pada jam 11 malam pestapun diakhiri atas permintaan ortu Lina mengingat banyak tamu yang harus segera pulang (tamunya kebanyakan abg sih). Lucunya, setelah semua tamu pulang, ada seorang teman Lina (dari Jakarta) yang tertinggal. Tingginya sekitar 165 cm-lah dengan berat sekitar 45 kg-lah. Kulitnya putih dengan rambut hitam sepunggung yang di-‘shaggy’ (bener kan nulisnya? Dan yang paling menarik adalah pinggangnya yang ramping (kecil malah) tapi toketnya yang gede (mungkin sekitar 36 A) dan pantat yang bohay! Dia bilang nginep disana enak,dingin…lagian waktu itu hotel di kota full book semua. Sejenak Tasya memandang heran padaku,lalu kemudian tertawa terbahak-bahak. Setelah reda, segera ku ganti ke posisi konvensional. Dengan begini kurasakan vaginanya menjadi lebih sempit. Mungkin karena tiap hari ngelulurin, jadi lembut kali. “Sering Pak, Malah ada anak remaja, beberapa langganan saya suaminya juga sering luluran”. Kalau sampe ada yang buka celana, trus ibu pasti liat barang terlarang khan? Nah…, kelihatannya dia sudah mulai terbawa suasana hot.

sementara wanita kayak aku ‘kan butuh dicukupin juga dong kebutuhan biologisnya..” jawabnya enteng namun wajahnya masih terlihat bersemu merah. Sejenak aku memandanginya sambil perlahan-lahan tanganku menjamah, membelai serta mengusap-usap putting yang menggemaskanku. Sambil mencium bibirnya, lehernya terus turun ke susunya serta putingnya yang menggairahkan, aku melepaskan jeansku. P saya maju mundurkan hingga cairan kental dari Mrs. Singkatnya pesta berlangsung meriah seperti pesta ultah layaknya. Waktu itu Tasya nginap di sebuah hotel yang berada di lembang. Mulutnya lama menghisap mulutku dan tangan kirinya meremas pantatku dari belakang sementara tangan kanannya menopang tubuhnya. Kutarik kaki kanannya sehingga menyilang di hadapanku. Jadi dia bisa putusin gue dan gue bisa jalan ama lo!! Sekali-kali Bu Eka menunduk, sambil menggosok badanku dengan lulur, wah…, tangan Bu Eka ini termasuk lembut juga.

Beberapa menit kemudian, aku menyibak rambut kemaluannya yang tebal serta hitam. Setelah mengetahui persis letak lubang senggamanya, kuarahkan penisku ke sana, dan dengan sekali hujaman, amblaslah penisku ke lubang surga dunia itu. “Ayo Mas Otong.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. “Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..”. Dia tidak bereaksi terhadap tanganku yang sudah mengusap susunya yang ternyata, montok dan memang benar-benar besar dan kenyal. Nafasnya makin memburu tatkala kecupanku turun ke lehernya dan kugigit-gigit kecil. Dia langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang bulat didepanku, aku pun mulai menyadari keinginannya. Aku mulai melumat bibir nya sambil tanganku bermain di kedua susunya yang membusung padat.

Beraninya aku berkata begitu pada wanita tetangga yang sudah bersuami. ” “Honey, aku mau…” jawabnya mesra dan nafasnya mulai memburu. aku akan membuat kamu untuk tidak melupakan hubungan kita dan aku mau kamu menjadi wanita pertama yang merasakan kenikmatan dari ku, mau kan? Dia menggelinjang dan dengan tidak sabar dia mengecup bibirku dengan buas, sementara tangannya mulai mengusap kepalaku, aku pun tidak tinggal diam. Kusibak rok mini nya, terus ke arah belakang tempat resletingnya, langsung kubuka perlahan-lahan. ia lalu ku lanjutkan berlahan-lahan berubah jadi cepat lagi kini kurasakan ada yang mau keluar seperti mu pipis bercampur geli pada kejantananku lalu tidak lama kemudiaan ku cabut kejantananku dan crot.…crot ah……kini akupun melemas air maniku basahi perut dan buah dada rose…..!!! dan aku tidak pernah melakukannya lagi….dengan siapaun. Ia tersenyum sambil memandangku dan membuka sedikit mulutnya. Tiba-tiba di balik tikungan, sinar lampu mobilku menerangi jalanan yang dipenuhi oleh polisi!! Kulihat punggungnya yang putuh berkilap-kilap dan butiran keringat berlarian di atasnya. “Kalo itu sih,lain masalah…kata orang juga: ‘Perkuat di pusat, perbanyak di cabang! Tetapi karena aku cowok dan baru kali ini luluran, tidak enak juga rasanya, kalau ikutan polos.

aku sudah tidak tahan lagi.” ujarnya di tengah-tengah kenikmatan yang ia alami. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Ita. Kemudian Tante Ita telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Tanganku terus meraba susunya yang masih terbungkus BH. aku ga sia-sia ngorbanin keperawananku sama kamu, kamu memang hebat” saya langsung aja maju mundurkan dengan cepat dari belakang “Sssshhhhh…. ” plak….plak…plak pantat Ratna sama selangkangan aku ngeluarin bunyi. oooohhhhhh enakkk ” kami melakukannya dengan berbagai gaya dan berulang-ulang, sampe-sampe Ratna nginep di kos an saya, dan paginya juga kita ML lagi sampe siang. Siang itu saya sedang asyik melamun di kamar mandi sambil membayangkan indahnya tubuh Lusi. Poppy hanya mengerang pelan, seluruh bagian tubuh Poppy tak ada yang luput dari jilatanku, mulai dari jari tangan, leher, buah dada, perut, pinggul, pantat, Mrs.

burungmu sudah pengin ke sarangnya.., wo Mas Otong.., burung Mas Otong kalau bangun dongak ke atas ya..? Aku hampir tidak dengar komentar Tante Ita soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya. Begitu juga aku.., walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., nikmat sekali. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Ita. Rintihan halus mulai keluar juga saat tanganku masuk ke dalam bajunya setelah kancingnya berhasil kulepaskan satu persatu tanpa disadarinya. P ku yang masih ereksi, “Ooowww….” jerit nya, tapi aneh nya dia masih berdiri dan kulihat pandangan matanya tertuju pada Mr. dan tanpa disangka-sangka dia langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya, “Ehh, kamu mau ngapain? Aku yang masih mengenakan baju langsung dilepaskannya dan Poppy langsung dengan liarnya menciumi seluruh tubuhku, tangannya langsung saja menggenggam Mr. Putingnya yang kecil dan kemerahan aku pilin-pilin, kadang aku usap perlahan, bibir dan lidahku terus menjalar menelusuri leher dan melumat kedua susunya yang montok.

Dan terima kasih udah terjemahin petunjuk alat itu..” jawabnya masih dengan nada ketus. Namun saat aku hendak berjalan keluar, tiba-tiba muncul ide jahatku. Mungkin karena rasa kangen yang meluap-luap, begitu masuk ke kamarku, Lusi memelukku dengan erat dan sepertinya kurasakan dia agak buas. T A M A T [ add to favorites | contact | kembali ] Wah Indahnya… Dengan perlahan jemarinya mulai bermain meremas penisku. Penisku-pun mulai mekar, hampir ke ukuran maksimal. Tangan kirinya masih menggenggam Mr P, dan mulutnya terus maju mundur menghisapnya. Aku menunggu sambil tiduran di bed yang menghadap ke tv. Baru sejenak kurasakan, tiba-tiba ada yang hangat diselangkanganku.

“Aku mau buktikan bahwa alat punyaku lebih hebat dari penis buatan itu, Ci..” jawabku dengan tegas. Lusi langsung kuajak ke kamarku, terpisah dari ruang utama cukup jauh. Hubungin email saya [email protected]; tapi kalau saya sedang ada waktu dan mood nya lagi bagus loh. Aku sih (pura-pura) cuek aja, soalnya masih belom yakin kalo Tasya emang berani bj in the car. Karena ngantuk dan lemes (udah beraktifitas berat), Tasya menawarkanku untuk minum kopi sejenak di kamarnya. Masuk ke kamarnya Tasya segera memesan segelas kopi pahit dan pamit untuk mandi.

Cerita sex xxx-33Cerita sex xxx-52Cerita sex xxx-81

Sebenarnya aku tidak suka pada gaya dan cara hidupnya yang menurutku ‘ngegampangin’ apa-apa. Wanita tetanggaku ini memang orang yang bertipe mudah bergaul dan ia gampang akrab dengan siapa saja, termasuk dengan isteriku, Rini. Di ruang tamu, aku kemudian duduk dengan perasaan deg-degan. Beberapa menit kemudian ia muncul dengan membawa sebuah kotak berukuran sedang. Kukecup bibir atas benda indah itu yang dengan serta merta mengeluarkan aroma yang khas. ” Kuyakin Lusi sudah kehilangan kata-kata untuk menyatakan kenikmatan yang belum pernah dia alami, karena umurnya baru 17 tahun. P untuk mengurut dengan lembut, tanganku kemudian melepaskan tangannya yang halus, terus mengurut Mr. Sementara tanganku sendiri menyentuh vaginanya yang lembut dan mulai mengelus bibir hangat tersebut dengan penuh rasa cinta. Spermaku keluar menyemprot di dalam vagina lembutnya bersamaan dengan pahanya yang mulus menjepit pinggangku dengan kuat tanda dia mengalami hal yang bersamaan denganku. ooohhh…” Setelah itu kami saling memeluk, dan selang beberapa menit, saya dan Lusi kembali ML. teeerrruuuss enak banget, dah ga tahan rasanya mo kencing aaaahhhh… Itulah justru yang kelak membuatku demikian tergila-gila kepadanya. “Ya udahlah…tapi kalo ogut ngantuk, kamu yang nyetir yah…hehehe”,kataku. Ketika lewat ke sebuah diskotik, kami melihat banyak ce dengan baju yang seksi sedang berlalu-lalang. Mau mati keabisan napas (ato bau keringat) juga sebodo amat!! Seakan tak berhenti-henti menyemprotkan spermanya (padahal setelah itu baru disadari kalo kita ga menyemprotkan sperma sebanyak yang kita bayangkan). Sambil aku tahan, Bu Eka makin menjadi-jadi memainkan penisku di mulutnya.